Tuesday, January 28, 2014

Cappadocia, Si Negeri Cerobong Batu

Cappadocia, Si Negeri Cerobong Batu Gadis


Beberapa batu tegak berdiri menyerupai cerobong, bertebaran di Kota Goreme, Turki. Mengingatkan kita pada rumah-rumah zaman batu yang ditempati tokoh-tokoh film kartun, The Flinstones. Terbayang ada jendela dan pintu menghiasi rumah batu tersebut.

Eh, tunggu dulu. Itu bukan khayalan. Ternyata, ada lho, rumah-rumah yang terukir dalam batu, seperti rumah yang berada di kawasan taman nasional Cappadocia, Turki. Sejak dulu hingga sekarang, rangkaian bukit berbatu ini telah menjadi tempat tinggal penduduk lokal di kawasan tersebut. Ada rumah penduduk, tempat beribadah, hingga restoran dan hotel yang terbentuk di dalam batu-batu tersebut. Bahkan, istana pun terukir di dalam batu. Kota ini dibentuk pada masa Kekaisaran Bizantium abad ke-4.

Konon, erosi mengikis dataran tinggi Lembah Goreme. Kemudian, membentuk batu-batu di sekitar lembah menjadi seperti pilar, menara, tugu ataupun jarum. Tinggi bebatuan ini bisa mencapai ketinggian 40 meter. Cappadocia juga dikenal dengan Land of Fairy Chimney. Julukan ini diberikan karena batu-batu di taman nasional tersebut berbentuk mirip cerobong asap.

Saat ini, kawasan Cappadocia menjadi museum terbuka (open museum). Keunikan bangunan yang diukir di dalam batu ini menarik banyak pengunjung. Mereka sering menjelajahi kota bawah tanah (semacam terowongan atau gua bawah tanah). Beberapa terowongan punya delapan tingkatan yang tersusun vertikal. Wilayah gua bawah tanah yang paling terkenal adalah Kaymakli, Derinkuyu, Ozkonak, dan Mazikoy.

Bangunan paling populer di kawasan yang dilindungi UNESCO ini adalah Istana Uchisar. Istana ini berada di titik tertinggi Cappadocia. Tempat ini memiliki sejumlah ruangan yang dijadikan tempat tinggal.  Ada juga pintu batu untuk mengatur keluar-masuknya orang di Uchisar. Sekarang, istana batu tersebut didiami kawanan burung merpati. Para petani di Goreme mengambil kotoran burung sebagai pupuk bunga anggrek. Dan dari bangunan ini pula, kita dapat melihat seluruh Cappadocia. Ayu – Foto: Fotosearch

Prometheus, Dewa Sahabat Manusia

Prometheus, Dewa Sahabat Manusia Gadis


Kisah para dewa memang selalu menarik untuk didengar. Apalagi kisah tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita. Seperti kisah Prometheus yang kabarnya adalah dewa yang membagi pengetahuan tentang kegunaan api kepada manusia. Apakah itu benar atau tidak, yang jelas kisah dewa Yunani kuno satu ini cukup seru untuk kita ketahui.

Dalam mitologi Yunani, Prometheus adalah seorang Titan, yaitu penguasa bumi sebelum dewa-dewi Olympus muncul.  Dia dikenal karena kecerdasannya, keahliannya serta kebaikannya terhadap manusia.  Jika bagi manusia, dia bagaikan superhero, tidak demikian bagi para dewa Yunani lainnya. Dia dianggap sebagai penentang dan penipu raja para dewa, Dewa Zeus.

Prometheus adalah anak dari Titan bernama Japetos dan Themis dari keturunan Okeanid. Konon katanya, Prometheus selalu ingin membantu umat manusia. Pernah diceritakan bahwa dalam sebuah upacara persembahan, Prometheus menipu Zeus. Dia meletakkan dua persembahan di Olimpia. Pertama berupa daging kerbau yang disembunyikan dalam perut sapi yang berarti makanan yang tersembunyi dalam bungkus yang menjijikkan. Kedua adalah tulang kerbau yang dibungkus dalam lemak mengkilat, yang artinya sesuatu yang nggak bisa dimakan namun dibungkus sesuatu yang menggiurkan.

Zeus memilih makanan yang kedua, sehingga manusia pun berhak menyimpan daging untuk mereka makan. Sementara, makanan yang dipersembahkan kepada para dewa adalah tulang yang dibungkus lemak. Marah karena merasa ditipu, Zeus menyembunyikan api dari manusia.  Namun, setelah minta izin dari Dewi Athena, Prometheus berhasil mendatangi Gunung Olimpus untuk mencuri sedikit api dan membagikannya pada manusia.

Karena perbuatannya itu, Prometheus harus menerima hukuman dari Zeus. Sebagai Titan yang immortal, dia pun menerima hukuman abadi dengan dirantai ke
sebuah batu dan seekor burung raksasa diperintahkan Zeus untuk selalu memakan hati Prometheus. Selama bertahun-tahun Prometheus selalu menderita karena hatinya selalu tumbuh lagi setelah dimakan si burung. Penderitaan Prometheus berakhir ketika Hercules (manusia setengah dewa) datang membunuh burung pemakan hati Prothemeus dan membebaskan Prometheus dari hukuman. Legita/Enny - Foto: Bettmann/CORBIS/ClickPhotos

Kelamnya Lorong South Bridge, Skotlandia

Kelamnya Lorong South Bridge, Skotlandia Gadis


Terletak di Skotlandia, jembatan Edinburgh’s South Bridge adalah bangunan yang monumental di negara ini. Pasalnya, jembatan yang kini berfungsi sebagai jalan utama ini, menghubungkan area dan gedung-gedung yang vital di bagian selatan Edinburgh. Tapi, siapa sangka di bagian bawah konstruksi jembatan ini, terdapat ruang-ruang bawah tanah yang misterius?

Dulunya, pada abad 18, ruang bawah tanah South Bridge digunakan sebagai gudang bawah tanah, ruang kerja bahkan tempat tinggal. Namun, sirkulasi udara yang buruk dan lembab membuatnya menjadi nggak nyaman untuk ditinggali, bahkan membahayakan kesehatan penghuninya. Beberapa orang dikabarkan meninggal secara misterius di tempat ini. Lama-kelamaan, tempat ini pun ditinggalkan penduduk. Terabaikan dan terlupakan.

Pada tahun 1985, terjadi penggalian di tempat ini. Alangkah kagetnya orang-orang ketika menemukan lorong bawah tanah jembatan yang berbentuk seperti labirin, lengkap dengan suasana kunonya. Menurut beberapa kesaksian orang yang pernah turun ke tempat ini, mereka mengaku diserang oleh sesuatu yang tak tampak. Bahkan, beberapa dari mereka keluar dari lorong dalam keadaan memar, luka-luka dan terdapat bekas cakaran. Ada pula yang keluar dalam keadaan pingsan, mual bahkan muntah. Siapa pelaku kekerasan tersebut? Nggak ada yang pernah tahu. Maka, nggak heran jika tempat ini dijuluki “Possibly one of the most haunted places in Britain” oleh kantor berita BBC. Muthia – Foto: Colin McPherson/Corbis/ClickPhotos

Plain of Jars di Laos

Di negara Laos, terdapat dataran luas di daerah bernama Xieng Khouang dimana terdapat ratusan guci kuno peninggalan masa megalitik. Guci kuno ini cukup unik. Mulai dari jumlahnya yang banyak banget sampai ukurannya yang di atas ukuran guci normal. Di samping kedua hal itu, masih banyak misteri yang menyelimuti benda pra sejarah yang usianya mencapai 3000 tahun ini.


Sejarah guci ini bisa muncul di dataran Xieng Khouang pun masih jadi misteri sampai sekarang. Banyak ahli yang melakukan berbagai penelitian tentang guci ini, untuk menemukan siapa pembuatnya dan fungsinya. Para ahli pun yakin bahwa guci ini dibuat oleh suku asli Laos yang tinggal di dataran itu ribuan tahun yang lau. Berdasarkan ukiran dan tata letak guci serta barang-barang yang ditemukan di sekitarnya, banyak yang percaya bahwa ladang guci ini merupakan tempat pemakaman.

Nah, karena fungsinya sebagai tempat pemakaman inilah yang bikin ladang guci ini terkesan angker. Banyak penduduk dan pengunjung yang mendengar suara aneh di sekitar guci-guci tua. Kemudian saat masa perang Vietnam, dataran ini pernah dibom oleh tentara Amerika. Tapi anehnya, meskipun sudah dijatuhi puluhan bom, guci-guci ini nggak ada yang rusak satu pun. Kabar yang nggak kalah menyeramkannya adalah cerita tentang seringnya pesawat tempur jatuh di daerah ini dan ada sekolampok tentara yang pernah menghilang di sekitar guci-guci tersebut. Hiiiy! Legita – Foto: http://yescapades.com      

Misteri Monte Cristo




Misteri Monte Cristo Gadis


Mari jalan-jalan ke Australia dan menguak misteri di sebuah rumah yang kabarnya paling berhantu di sana. Namanya, Monte Cristo. Konon, bangunan yang berdiri pada 1884 ini, masih ditinggali ‘penghuni’ lamanya. Mereka pun kerap menampakkan diri di tempat ini.
Monte Cristo yang megah ini dimiliki dan dihuni oleh Christopher William Crawley dan Elizabeth, istrinya. Karena letaknya di atas bukit kota Junee, Australia, nggak heran jika pemandangan di sekitar mansion sangat indah dan membuat pemiliknya senang mengamati dari balik jendela. Namun, Tuan Christopher meninggal dunia pada 14 Desember 1910. Selama hidupnya, Elizabeth sangat kesepian dan menjadi pemurung. Ia pun hanya mengabdikan diri pada aktivitas keagamaan. Elizabeth akhirnya meninggal dunia pada 21 Agustus 1933.

Tiga puluh tahun lamanya mansion ini tak terurus. Selama masa inilah, Monte Carlo mengalami kerusakan parah. Kabarnya lagi, banyak sekali cerita misteri yang menyelimuti rumah ini. Untungnya, rumah tua ini dibeli oleh keluarga Reg Ryan pada 1963. Meski mereka tahu bahwa rumah ini angker, keluarga Reg tetap membeli, bahkan menjadikannya obyek wisata misteri bagi pengunjung dan pemburu hantu.

Reg dan keluarganya mengakui sering melihat berbagai hantu di tempat tinggal mereka. Mulai dari penampakan Tuan Christopher yang masih sering menikmati pemandangan dari balik jendela, bunyi langkah kaki yang berjalan di sepanjang koridor rumah, padahal area tersebut sudah dipasangi karpet. Bahkan, ada pula hantu yang hobinya menyalakan dan mematikan lampu di sebuah kamar. Penasaran untuk berkunjung ke sana? Muthia – Foto: hauntedhousespictures.net

Lady Godiva, Wanita Cantik Penunggang Kuda

Lady Godiva, Wanita Cantik Penunggang Kuda Gadis


Menurut cerita, perempuan asal Inggris ini sangatlah mempesona. Ini sesuai dengan namanya “Godiva” yang berarti “God Gift”. Sosok Lady Godiva banyak diabadikan dalam bentuk patung dan lukisan, yang seringkali digambarkan sedang menunggang kuda. Di samping itu, kisah hidupnya menjadi legenda hingga saat ini. Siapakah dia sebenarnya?

Perempuan cantik ini merupakan keturunan bangsawan Inggris yang tinggal di daerah Coventry pada akhir abad ke-12. Lady Godiva sangat terkenal di kotanya, bahkan ada juga yang bilang kalau kecantikannya beken di seluruh Inggris. Perempuan bertubuh tinggi semampai ini memiliki rambut panjang berwarna kemerahan. Konon, pada  masa itu, Lady Godiva dianggap sebagai salah satu pemilik rambut terindah. Lady Godiva kemudian menikah dengan bangsawan bernama Earl Leofric. Walaupun cantik dan kaya, Lady Godiva tidak sombong. Bahkan, ia akrab dengan rakyat jelata.

Suaminya berprofesi sebagai pejabat pajak dan mematok pajak rakyat dengan sangat tinggi. Lady Godiva pun membujuk suaminya agar memungut pajak dengan sewajarnya. Menurut legenda, suaminya berjanji memenuhi permintaan tersebut asalkan ia menerima tantangan untuk berkuda dalam keadaan telanjang menuju kota. Demi membela masyarakat, Lady Godiva pun menyanggupinya. Tapi ia sudah meminta orang-orang untuk tidak keluar rumah ataupun mengintip, selama ia menjalani misinya itu. Ia pun menutupi sebagian tubuhnya dengan rambutnya yang panjang dan indah itu.

Gara-gara peristiwa ini pula, istilah “The Peeping Tom” dikenal di Inggris. Menurut cerita, setelah Lady Godiva keluar rumah, tak ada yang berani memandangnya, kecuali satu pria yang disebut-sebut bernama Tom. Tom pun mendapat ganjarannya. Ia mendadak buta. Adapula yang bilang bahwa Tom meninggal dunia. Misi Lady Godiva sendiri akhirnya berhasil dan suaminya setuju untuk menghapus seluruh pajak yang memberatkan. Untuk mengenang kecantikan dan kebaikan Lady Godiva, dibuatlah Patung Lady Godiva di tengah kota Coventry, Inggris. Serra, Tisam - Foto: Dave Bartruff/Corbis/ClickPhotos

Hantu Kepala Biarawati Kenosha Kemper Hall

Hantu Kepala Biarawati Kenosha Kemper Hall Gadis


Kenosha Kemper Hall, Wisconsin Amerika Serikat (AS) memang disebut-sebut sebagai sarangnya hantu. Sejumlah penampakan dan aktivitas gaib sering terlihat di sana. Hantu yang paling populer di tempat ini adalah seorang biarawati bernama Margareth Clare.

Bangunan ini sebenarnya adalah salah satu bagian mansion milik Charles Durkee yang dibangun pada 1861. Namun, sejak tahun 1870 sampai 1975, Kemper Hall menjadi sekolah keuskupan khusus perempuan. Selama dijadikan sekolah, Kemper Hall dipimpin seorang biarawati dari Gereja St. Mary bernama Margareth Clare. Konon, kepala biarawati tersebut galak dan suka memerintah secara ‘tangan besi’. Ini membuatnya dibenci oleh para murid di Kenosha Kemper Hall. Hingga, ia wafat di tahun 1921 karena penyakit kronis.

Sejak saat itu, banyak orang yang masih melihat sosoknya berkeliaran di bangunan luas tersebut. Kemunculan hantu kepala biarawati ini bisa membuat bulu kuduk berdiri. Apalagi, jika mengingat ketegasan dan kemarahannya semasa hidup. Kengerian urband legend ini nggak hanya sampai di situ. Sebagian orang percaya kalau Suster Margareth tewas karena dibunuh dengan sengaja.

Pada suatu malam, kepala sekolah yang kejam ini kembali ke kelas untuk mengambil buku yang tertinggal. Ternyata, sekelompok murid perempuan telah menunggunya tanpa ia ketahui. Mereka nggak menyukai sifat galak kepala biarawati ini. Saat ia berada dekat tangga, mereka pun mendorong Margareth hingga terjatuh dan tewas seketika. Konon, Suster Margareth menyimpan dendam akan kematiannya. Hal ini menyebabkan ia masih berkeliaran mencari si pembunuh di tempat ia mengabdi selama beberapa puluh tahun.  Ayu – Foto: Fotosearch